Atap Go green, Apa Bedanya dengan Atap Biasa?
Pernah mendengar istilah atap go green? Sesuai namanya, jenis atap ini dirancang dengan konsep ramah lingkungan. Artinya, mulai dari bahan, proses produksi, hingga daya tahannya dioptimalkan agar tidak menambah beban bagi bumi.
Tahukah Anda, atap Alduro juga dapat dikatakan sebagai atap go green karena turut berkontribusi terhadap daur ulang sampah plastik.
Melalui proses pengolahan modern, limbah plastik disulap menjadi material atap yang kuat dan tidak berisik ketika hujan.
Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, atap ini juga menawarkan performa unggul untuk kebutuhan hunian maupun bangunan komersial.
Dengan ketebalan sebesar 5 mm, Atap multilapis Alduro memiliki material yang tidak mudah pecah dan mampu meredam panas karena memiliki lapisan UV protection.
Hasilnya, ruangan terasa lebih sejuk berkat teknologi atap multilapis pertama di Indonesia yang dirancang untuk kenyamanan penghuni rumah.
Apa itu Atap Go green?
Atap go green seringkali identik dengan konsep ramah lingkungan. Maksudnya, cara pembuatan maupun hasil akhirnya memberikan kontribusi terhadap kelestarian bumi dan alam sekitarnya.
Sebagai contoh, atap Alduro dibuat dari plastik yang melalui proses upcycle, teknologi canggih yang menjadikan bahan atap Alduro berkualitas tapi tetap ramah lingkungan.
Selain ramah lingkungan, dengan memilih produk atap Alduro, Anda mendapatkan atap yang kuat, tidak mudah pecah, dan lebih ekonomis. Ditambah lagi, atap Alduro sudah tahan panas sehingga suhu ruangan menjadi lebih sejuk.
Atap multilapis Alduro juga dapat menyesuaikan berbagai konsep rumah Anda dengan warna Millenium Grey.
Mengapa Disebut Atap Go green?
Mungkin Anda bertanya, kenapa sih disebut atap go green? Istilah ini digunakan karena atap jenis ini dibuat dengan cara dan bahan yang ramah lingkungan.
Kalau di luar negeri, istilah green roof biasanya merujuk pada atap yang punya taman atau tanaman di atasnya. Tapi di Indonesia, makna atap go green juga bisa mengacu pada bahan dan proses produksinya yang lebih hijau, seperti yang dilakukan atap Alduro.
Berbeda dari atap biasa yang terbuat dari bahan seng atau asbes, Atap Alduro dibuat dari limbah plastik daur ulang.
Berikut beberapa alasan mengapa atap ini juga bisa disebut atap go green:
Lebih aman dan sehat: Tidak mengandung bahan berbahaya seperti asbes, sehingga lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan penghuni rumah.
Ramah lingkungan: Karena proses produksinya membantu mengurangi penumpukan limbah non-biodegradable di TPA.
Perbedaan Atap Go green dan Atap Biasa
| Atap Go green (Atap Alduro) | Genteng Biasa (Tanah Liat / Beton) | Atap Seng / Logam | |
| Bahan | Terbuat dari sampah plastik daur ulang ramah lingkungan | Tanah liat atau beton, prosesnya menghasilkan emisi tinggi | Logam atau seng, dapat berkarat dan menyerap panas |
| Bobot | Ringan, mudah dipasang, tidak membebani rangka | Berat, butuh rangka kuat | Ringan, tapi mudah penyok atau berisik saat hujan |
| Ketahanan Cuaca | 100% tidak tembus cahaya dan sejuk, dilapisi UV Protection agar tidak cepat memudar | Bisa retak atau berlumut di cuaca ekstrem | Mudah berkarat, panas cepat merambat |
| Suhu Ruangan | Lebih sejuk sebagai atap multilapis pertama di Indonesia yang dapat memantulkan panas | Mudah menyerap panas, ruangan cepat gerah | Cepat panas dan bising saat hujan |
| Dampak Lingkungan | Mengurangi limbah plastik dan dapat | Produksi menghasilkan polusi dan limbah | Daur ulang terbatas, proses produksi butuh energi besar |
Pilih Atap Alduro yang Kokoh, Ekonomis & Ramah Lingkungan!
Atap ini lebih sejuk, ringan, tidak mudah pecah, dan aman bagi kesehatan. Jadi, jika Anda ingin rumah yang adem, kokoh, dan ramah lingkungan, Atap Alduro adalah pilihan yang tepat.
Mari diskusikan kebutuhan atap rumah atau proyek Anda sekarang! Kontak tim kami melalui WhatsApp di +62 818 0295 1030 atau email ke marketing@alduro.co.id. Kami dengan senang hati membantu Anda.






